Kamis, 12 Oktober 2017

sungai yang tak mengalir

Sungai adalah salah satu bagian dari alam yang bisa dibilang cukup mempengaruhi keberlangsungan hidup masyarakat. Dari sungai banyak warga biasanya mencuci pakaian, mencuci alat makan, dan bahkan mandi di sungai itu sendiri. Di kabupaten Deli Serdang tepatnya di kota Lubuk Pakam, Medan, terdapat sebuah sungai yang mengalir cukup panjang, sungai tersebut tepatnya terletak di belakang kantor Bupati Deli Serdang, di SAMSAT Lubuk Pakam, nama sungai tersebut adalah Sungai Nyengat.

Konon katanya, sekitar beribu tahun yang lalu, ketika seluruh warga disekitar sungai itu sedang beraktivitas seperti biasa, tiba-tiba muncul bau tidak sedap yang sangat menyengat dan juga lama-kelamaan warna air sungai tersebut berubah menjadi warna coklat menjijikkan. Sehingga warga menjadi tidak bisa lagi menggunakan air sungai tersebut menjadi sumber air untuk keperluan sehari-hari.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata bau tidak sedap yang sangat menyengat muncul dari sungai Nyengat tersebut dan yang lebih mengejutkan lagi bahwa bau tersebut muncul akibat orang-orang yang sedang berada di sungai itu berkata-kata kasar, sehingga bau yang muncul sesuai dengan kata kasar yang mereka sebutkan. Contohnya jika mereka berkata “bangke lah kau”, maka bau bangkai akan keluar dan warna air sungainya akan berubah menjadi semakin keruh.

Namun, warna keruh yang dihasilkan air sungai itu bukan hanya dari kata-kata kasar saja, ternyata warnanya juga dihasilkan oleh sampah-sampah yang dibuang sembarangan oleh warga sekitar. Semakin banyak sampah yang masuk kedalam sungai itu maka akan semakin keruh pula warna sungai itu. Walaupun sampah yang dibuang  berupa sampah berwarna bening, namun warna air sungai tersebut tetap akan berubah olehnya, karena sampah berwarna bening itu sulit terurai.

Pada hari ke-26 setelah kejadian itu, kepala penduduk warga disitu menyuruh warganya agar berhenti membuangan sampah dan juga berkata kasar disekitar sungai itu, maka keesokannnya berhentilah bau busuk dan warna keruh sungai itu tadi. Namun, anehnya sungai tersebut berhenti mengalir, arusnya tidak sebesar seperti dulu lagi. Hanya ketika hujan baru sungai tersebut akan mengalir dengan deras. Hingga sekarang, sungai tersebut sudah tidak mengalir lagi dan ketika hujan baru hanya akan mengalir.

Apa keburukan dari sungai yang tidak mengalir? Air sungai yang tidak mengalir akan menetap pada tempat yang itu-itu saja sehingga bau yang ada pada air sungai tersebut stuck di tempat, dan orang yang berada disekitar sungai akan merasakan baunya semakin menyengat saja. Sama seperti kejadian pada laboratorium Kimia kami, jika bau-bau yang berbahaya dan tidak sedap muncul dari percobaan reaksi-reaksi yang kami lakukan, maka seluruh keran air akan dinyalakan agar menetralisir bau yang tidak diinginkan tadi.
Setelah dicari lebih lanjut, ternyata aliran air sungai yang lambat tadi terjadi karena penyusutan lebar sungai tersebut karena semakin banyaknya sampah yang tertimbun di sungai tersebut.

Reputasi sungai yang awalnya dianggap sebagai salah satu pusat berbagai aktivitas kita, menjadi rusak karena sungainya telah ternodai. Sebenarnya yang rugi akan rusaknya reputasi sungai tadi bukanlah sungai tersebut, namun manusia-manusia disekelilingnya.



Maka, kita janganlah mematikan apa yang sudah baik, kalau tidak bisa memperbaiki setidaknya jangan merusak. Ilmu kita terlalu berharga dibanding hanya sekedar membuang sampah ke sungai.

1 komentar: