Sungai adalah salah
satu bagian dari alam yang bisa dibilang cukup mempengaruhi keberlangsungan
hidup masyarakat. Dari sungai banyak warga biasanya mencuci pakaian, mencuci
alat makan, dan bahkan mandi di sungai itu sendiri. Di kabupaten Deli Serdang
tepatnya di kota Lubuk Pakam, Medan, terdapat sebuah sungai yang mengalir cukup
panjang, sungai tersebut tepatnya terletak di belakang kantor Bupati Deli
Serdang, di SAMSAT Lubuk Pakam, nama sungai tersebut adalah Sungai Nyengat.
Konon katanya, sekitar
beribu tahun yang lalu, ketika seluruh warga disekitar sungai itu sedang
beraktivitas seperti biasa, tiba-tiba muncul bau tidak sedap yang sangat
menyengat dan juga lama-kelamaan warna air sungai tersebut berubah menjadi
warna coklat menjijikkan. Sehingga warga menjadi tidak bisa lagi menggunakan
air sungai tersebut menjadi sumber air untuk keperluan sehari-hari.
Setelah ditelusuri
lebih lanjut, ternyata bau tidak sedap yang sangat menyengat muncul dari sungai
Nyengat tersebut dan yang lebih mengejutkan lagi bahwa bau tersebut muncul
akibat orang-orang yang sedang berada di sungai itu berkata-kata kasar,
sehingga bau yang muncul sesuai dengan kata kasar yang mereka sebutkan. Contohnya
jika mereka berkata “bangke lah kau”, maka bau bangkai akan keluar dan warna
air sungainya akan berubah menjadi semakin keruh.
Namun, warna keruh yang
dihasilkan air sungai itu bukan hanya dari kata-kata kasar saja, ternyata
warnanya juga dihasilkan oleh sampah-sampah yang dibuang sembarangan oleh warga
sekitar. Semakin banyak sampah yang masuk kedalam sungai itu maka akan semakin
keruh pula warna sungai itu. Walaupun sampah yang dibuang berupa sampah berwarna bening, namun warna
air sungai tersebut tetap akan berubah olehnya, karena sampah berwarna bening
itu sulit terurai.
Pada hari ke-26 setelah
kejadian itu, kepala penduduk warga disitu menyuruh warganya agar berhenti membuangan
sampah dan juga berkata kasar disekitar sungai itu, maka keesokannnya berhentilah
bau busuk dan warna keruh sungai itu tadi. Namun, anehnya sungai tersebut
berhenti mengalir, arusnya tidak sebesar seperti dulu lagi. Hanya ketika hujan
baru sungai tersebut akan mengalir dengan deras. Hingga sekarang, sungai tersebut
sudah tidak mengalir lagi dan ketika hujan baru hanya akan mengalir.
Apa keburukan dari
sungai yang tidak mengalir? Air sungai yang tidak mengalir akan menetap pada
tempat yang itu-itu saja sehingga bau yang ada pada air sungai tersebut stuck di tempat, dan orang yang berada
disekitar sungai akan merasakan baunya semakin menyengat saja. Sama seperti
kejadian pada laboratorium Kimia kami, jika bau-bau yang berbahaya dan tidak
sedap muncul dari percobaan reaksi-reaksi yang kami lakukan, maka seluruh keran
air akan dinyalakan agar menetralisir bau yang tidak diinginkan tadi.
Setelah dicari lebih
lanjut, ternyata aliran air sungai yang lambat tadi terjadi karena penyusutan
lebar sungai tersebut karena semakin banyaknya sampah yang tertimbun di sungai
tersebut.
Reputasi sungai yang
awalnya dianggap sebagai salah satu pusat berbagai aktivitas kita, menjadi
rusak karena sungainya telah ternodai. Sebenarnya yang rugi akan rusaknya
reputasi sungai tadi bukanlah sungai tersebut, namun manusia-manusia
disekelilingnya.
Maka, kita janganlah
mematikan apa yang sudah baik, kalau tidak bisa memperbaiki setidaknya jangan
merusak. Ilmu kita terlalu berharga dibanding hanya sekedar membuang sampah ke
sungai.